Pages

Sabtu, 08 Maret 2014

24 KAPAL PENUMPANG PT. PELNI (Produksi Galangan Kapal Meyer)

24 KAPAL PENUMPANG PT. PELNI
(Produksi Galangan Kapal Meyer)


01. KM. KERINCI (14.000 GT) Tahun 1983

Kapasitas Penumpang : 1.596 orang.

02. KM. KAMBUNA (14.000 GT) Tahun 1984 / KRI. TJ. NUSANIVE 973 Tahun 2005

Kapasitas Penumpang : 1.566 orang.



03. KM. RINJANI (14.000 GT) Tahun 1984 / KRI. TJ. FATAGAR 974 Tahun 2005

Kapasitas Penumpang : 1.737 orang.



04. KM UMSINI (14.000 GT) Tahun 1985

Kapasitas Penumpang : 1.737 orang.


05. KM KELIMUTU (5.700 GT) Tahun 1986

Kapasitas Penumpang : 920 orang.


06. KM LAWIT (5.700 GT) Tahun 1986

Kapasitas Penumpang : 920 orang.


07. KM TIDAR (14.000 GT) Tahun 1988

 Kapasitas Penumpang : 1.904 orang.


08. KM TATAMAILAU (6.000 GT) Tahun 1990.

  Kapasitas Penumpang : 969 orang.


09. KM SIRIMAU (6.000 GT) Tahun 1991.

 Kapasitas Penumpang : 969 orang.


10. KM AWU (6.000 GT) Tahun 1991.

  Kapasitas Penumpang : 969 orang.


11. KM CIREMAI (14.000 GT) Tahun 1993.


Kapasitas Penumpang : 1.973 orang. 

KM. CIREMAI 3 in 1 Tahun 2013
  • Kapasitas Penumpang : 1.500 Orang
  • Kapasitas Kontainer : 80 Box
  • Kapasitas Mobil : 100 Unit

12. KM DOBONSOLO (14.000 GT) Tahun 1993.

Kapasitas Penumpang : 1.973 orang.

KM. DOBONSOLO 3 in 1 Tahun 2012
  • Kapasitas Penumpang : 1.500 Orang
  • Kapasitas Kontainer : 80 Box
  • Kapasitas Mobil : 100 Unit

13. KM LEUSER (6.000 GT) Tahun 1994.

 Kapasitas Penumpang : 970 orang.


14. KM BINAIYA (6.000 GT) Tahun 1994.

Kapasitas Penumpang : 970 orang.


15. KM BUKIT RAYA (6.000 GT) Tahun 1994.

 Kapasitas Penumpang : 970 orang.


16. KM TILONGKABILA (6.000 GT) Tahun 1995.

Kapasitas Penumpang : 970 orang.


17. KM. BUKIT SIGUNTANG (14.800 GT) Tahun 1996

 Kapasitas Penumpang : 2.003 Orang




18. KM LAMBELU (14.800 GT) Tahun 1997

 Kapasitas Penumpang : 2.003 Orang




19. KM SINABUNG (14.800 GT) Tahun 1997

 Kapasitas : Penumpang 1.906 Orang & 9 Kontainer




20. KM KELUD (14.800 GT) Tahun 1998


Kapasitas : Penumpang 1.906 Orang & 9 Kontainer




21. KM DOROLONDA (14.800 GT) Tahun 2001


Kapasitas : Penumpang 2.170 Orang & 9 Kontainer




22. KM NGGAPULU (14.800 GT) Tahun 2002


Kapasitas : Penumpang 2.170 Orang & 9 Kontainer




23. KM LABOBAR (15.100 GT) Tahun 2004


Kapasitas : Penumpang 3.084 Orang & 9 Kontainer




24. KM GUNUNG DEMPO (14.200 GT) Tahun 2008



Kapasitas : Penumpang 1.583 Orang & 98 Kontainer
 




Minggu, 02 Maret 2014

FOTO - FOTO (Update)


MV. SYAFIYAH
Tgl. 24 Februari 2014
Kapal Tanker Aspal


FUGRO SUPPORTER
Tgl. 2 Maret 2014
Kapal Survei

Kamis, 06 Februari 2014

Senja Di Pulau Yeruser, Kab.Sorong, Papua Barat

(Dermaga Pelabuhan Arar)

Bagi sebagian warga Papua Barat khususnya diwilayah Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Pulau Yeruser atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pulau Pasir Putih memang sudah tidak asing lagi. Kurangnya tempat wisata yang disediakan Pemerintah setempat, menjadikan pulau tak berpenghuni yang terletak di Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat ini menjadi tempat wisata alternatif oleh warga yang ingin menghabiskan waktu liburan diakhir pekan bersama keluarga, sahabat, pacar, atau rekan-rekan kerja.


Pulau Yeruser terletak sekitar 30 km dari Kota Sorong, atau sekitar 15 km dari Kota Aimas - Ibukota Kabupaten Sorong. Untuk dapat menjangkau Pulau Yeruser, penyeberangan terdekat dengan melalui Dermaga Pelabuhan Arar menggunakan jasa Longboat ditempuh dalam waktu 10-15 menit. PT. Pelindo IV Cabang Sorong sebagai pengelola Pelabuhan Arar membuka akses kepada warga yang ingin menuju Pulau Yeruser pada setiap hari minggu, hari libur nasional, atau pada saat dermaga pelabuhan tidak digunakan untuk aktifitas bongkar muat kapal.

Karena Pulau ini hanya sebagai tempat wisata alternatif, maka anda jangan berharap lebih dari fasilitas seperti ditempat wisata lainnya. Misalnya, WC/kamar mandi dan sumber air bersih untuk mandi setelah berenang di air laut, tapi anda bisa meminta ijin kepada petugas PT. Pelindo IV untuk menggunakan fasilitas kantor. Untuk urusan isi perut sebaiknya anda membawa bekal sendiri dari rumah karena di Pulau tidak ada pedagang, adapun pedagang hanya di areal Pelabuhan saja, itupun hanya jualan air mineral, snack, dan rokok.
  
Biaya yang dikenakan untuk menjangkau Pulau Yeruser; 1). Pas Masuk Pelabuhan Rp. 4.000 / orang, Motor Rp. 5.000 dan Mobil Rp. 5.000. 2). Jasa Longboat Dermaga - Pulau Yeruser Pergi-Pulang Rp. 25.000  / orang.

TAPI, dari kekurangan fasilitas tersebut anda akan mendapat pengalaman wisata alternatif yang berkesan, pantai di Pulau Yeruser cenderung landai, memungkinkan perenang pemula aman berenang. Pada pagi dan sore hari, arus air laut cenderung tenang. Airnya yang jernih dan pasirnya yang halus walaupun warna tidak seputih namanya dapat membuat wisatawan merasa nyaman. Kalau haus dahaga, tinggal panjat pohon kelapa yang pendek ambil buah kelapanya gratis tapi tidak boleh dibawa pulang yaa..


Pesan penulis kepada Wisatawan, Jagalah kebersihan Pulau! Buanglah sampah pada tempatnya. 
Semoga Pemerintah Daerah Kab. Sorong bisa menjadikan Pulau Yeruser menjadi tempat wisata andalan, dengan membangun fasilitas penunjang di Pulau Yeruser. Amin.








Jumat, 31 Januari 2014

Ribuan Penganggur Terserap di Area Industri Arar




Jumat, 4 Oktober 2013

AIMAS (Suara Karya): Bupati Sorong, Dr Stefanus Malak, M.Si, mengatakan, warga kabupaten itu boleh berbangga karena 6.500 tenaga kerja kini terserap di Area Industri Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Ini baru empat perusahaan yang menanamkan investasinya di Arar, sedangkan lahan yang disiapkan Pemda Kabupaten Sorong 6 ribu hektare untuk perluasan area industri Arar tersebut. Pelabuhan Arar kemarin diresmikan dan pengoperasiannya dipercayakan kepada PT Pelindo IV Sorong.

"Saat ini, pengangguran menjadi masalah besar di mana-mana termasuk di Papua Barat. Beruntung di Kabupaten Sorong kini mulai bernapas lega karena tercatat 6.500 tenaga kerja terserap pada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di area industri Arar yang kini mulai difungsikan," kata Stefanus Malak melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong, Drs Sudirman, MSi.

Perusahaan yang telah beroperasi di sana antara lain Semen Gresik, Pertamina, pabrik tekstil, dan perusahaan aspal curah. Di samping itu sejumlah perusahaan perikanan juga beroperasi di sana.

Dengan beropersinya perusahaan-perusahaan di Area Industri Arar, pertumbuhan ekonomi keluarga masyarakat di sekitarnya pun berkembang. Sebagai contoh, masyarakat sekitarnya makin leluasa menjual hasil perkebunan seperti sayur, buah-buahan, ikan segar kepada ribuan karyawan di industri Arar tersebut.

Begitu juga para nelayan di sekitarnya, makin giat untuk memburu ikan di laut karena pemasarannya cukup di karyawan Industri Arar saja.

Di tempat yang sama, Direktur Personalia Umum, Herman Pasoroan H mengatakan, dengan beroperasinya Pelabuhan Arar yang dipercayakan pengelolaannya kepada PT Pelindo IV Sorong, maka ke depan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sorong berkembang pesat.

"Satu daerah akan berkembang pesat apabila para stakeholdernya pandai mebaca peluang investasi ke daerahnya. Dan Kabupaten Sorong memiliki peluang investasi itu saat ini," kata Herman.

Kepala Bagian Humas Kabupaten Sorong, Marthen Nebore, M.Si, mengatakan, eksistensi Pelabuhan Sorong akan memberi peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar. Ke depan akan mengurangi pengangguran hingga 95 ribu pencari kerja di Kabupaten Sorong. (Yacob Nauly)

Sumber :
Suara Karya

Menteri PU Kunjungi Pelabuhan Kontainer Arar




Sorong, lenterapapuabarat.com (17/05/2012) - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Joko Kirmanto mengatakan, Kementerian PU mendukung proses pembangunan Pelabuhan Kontainer, Arar yang dibangun di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Hal ini disampaikan Menteri PU saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Kontainer Arar. Menurutnya, salah satu dukungan Kementerian PU, yakni membangun jalan sepanjang 3 km menuju Pelabuhan Kontainer. Pengerjaan jalan tersebut sedang dilakukan dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2013 mendatang.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong juga akan membangun jalan sepanjang 20 km menuju ke pelabuhan ini. Sementara pembangunan pelabuhan menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong, Ir. Natanael mengatakan, dalam master plan, pembangunan pelabuhan akan dikerjakan dalam 3 tahap.

Tahap I, kata Natanael, yakni pembangunan dermaga sepanjang 100 meter yang dikerjakan pada 2008-2011 dengan menelan anggaran sebesar Rp. 130 miliar. “Untuk tahap II sejak tahun 2015-2017, sedangkan tahap III pada tahun 2020,” tandasnya. [LTR-04]

Sumber :

Pelabuhan Arar belum Teraliri Listrik


Meski dihadapkan dengan segala keterbatasan yang ada saat ini, tetapi dermaga pelabuhan Arar di Kabupaten Sorong yang dikelola PT Pelindo IV Cabang Sorong sudah memulai aktifitas operasionalnya. Keterbatasan yang saat ini masih cukup terasa yakni, Kantor Pelindo Pelabuhan Arar itu belum memiliki penerangan listrik. Hal ini diakui General Manager (GM) PT Pelindo IV Jusuf Junus saat dikonfirmasi Koran ini kemarin. Dikatakannya, demi peningkatan pelayanan masyarakat, pelayanan pengguna jasa kepelabuhanan Arar, keterbatasan bukan berarti halangan untuk beraktifitas. 

Hal itu dibuktikannya dengan sudah mulainya pelayanan dan operasional di pelabuhan tersebut. Namun demikian, pihaknya mengharapkan adanya kerjasama dan perhatian dari pihak PLN untuk dapat memperhatikan dan mengalirkan listrik di tempat tersebut agar pelayanan dapat lebih maksimal. ”Pada intinya kita kan memberikan pelayanan terbaik, walau dengan keterbatasan kita tetap bekerja, kepada pengguna jasa pelabuhan, terutama masyarakat,”tandasnya. 


Pelabuhan tersebut sudah mulai beraktifitas sejak beberapa waktu lalu, dan bahkan sudah menempatkan pegawai yang berada di sana. Dijelaskan oleh GM Pelindo, pelabuhan Arar sendiri akan dikelola untuk pelayanan barang kimia dasar. Diantaranya barang-barang non cargo yang dimuat dengan angkutan laut. Saat ini, pelabuhan tersebut sudah melakukan aktifitas pelayanan pemanfaatan lahan yang dijadikan tempat pengolahan aspal. Pengolahan aspal sendiri sudah mulai berjalan sejak beberapa pekan lalu dan mulai terlihat normal.
Luasnya lahan yang ada disekitar kantor pelindo juga akan dipergunakan untuk pengolahan industry lainnya, seperti pengolahan batubara yang direncanakan dalam waktu dekat ini segera dilaksanakan. Serta pengolahan bahan industry lainnya yang juga sedang dalam proses pembahasan. ”Memang kita akan optimalkan pelabuhan Arar ini sebagai pelabuhan industri, sehingga akan menjadi pusat industri di Kabupaten Sorong juga untuk memajukan perekonomian pemerintah serta masyarakat,”imbunya.


Seperti, dalam waktu dekat akan dilakukan pembukaan bisnis catering yang ditangani pemerintah daerah dengan sasaran pekerja industry yang ada, bisnis tersebut diprakarsai PT Pelindo selaku pengelola pelabuhan. Sementara itu Kordinator Pelabuhan Arar, Usep Nurdin yang dihubungi Koran ini mengatakan, pihaknya siap menjadi support dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta untuk turut serta berpartisipasi dalam peningkatan perekonimian masyarakat. Dalam hal berperan sebagai pengelola pelabuhan yang diharapkan kedepannya dapat mendongkrak perekonomian di Kabupaten Sorong.”Memang kita konsentrasikan untuk pelabuhan kimia dasar dan direncanakan kedepan, pelabuhan ini menjadi cikalbakal dari pelabuhan kawasan,”tandas GM PT Pelindo IV, Jusuf Junus.


Sumber :
RADAR SORONG 

Dermaga Pelabuhan Arar Kelola Penumpukan Batubara

Tifapos, Sorong - Selain menjadi dermaga pelabuhan untuk container barang kimia dasar, seperti semen, beras dan sebagainya, dermaga pelabuhan Arar di Kalin juga akan dioperasionalkan dalam penelolaan penumpukan batubara. Di dermaga tersebut, terdapat  beberapa hektar lahan yang bakal dijadikan tempat penumpukan batubara sebagai salah satu pemfungsian dermaga. Selain menjadi pusat penumpukan batubara dan pengelolaan batubara, dermaga juga akan difungsikan sebagai gerbang keluar masuknya batubara baik yang berasal dari kabupaten sorong dalam hal ini PT Mega Putra, mau pun batubara yang akan didatangkan dari Kalimantan.

 GM Pelindo IV Cab. Sorong
 
batubara dari Kalimantan tersebut akan didatangkan dalam bentuk fisik yang masih akan dikelola kembali di areal penumnpukan dermaga pelabuhan. hal itu, selaras dengan visi dan misi bupati kabupaten sorong yang berencana menjadikan dermaga pelabuhan gerbang dan sumber perekonimian, mau pun pusat konsolidasi barang. Demikian disampaikan general manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Sorong, Jusuf Junus kepada Koran ini. Lahan yang akan dijadikan sebagai tempat penumpukan dan pengolahan batubara sendiri, saat ini sudah mulai dipersiapkan. Bahkan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan perusahaan pengelola dan pensuplai batubara yang akan menggunakan lahan itu.”Untuk kerjasama sudah kita jalin dan lahannya juga sudah siap dijadikan tempat penumpukan dan pengolahan batu bara,” katanya.

Persiapan lainya juga mulai dilakukan guna menjadikan areal itu sebagai pengolahan batubara. Direncanakan dalam bulan ini suah ada batubara yang akan ditumpuk ditempat tersebut. bahkan, dalam waktu dekat juga aka nada batubara yang didatangkan dari Kalimantan untuk dikelola dan didistribusikan.”Jadi bukan hanya sekedar menjadi penumpukan, melainkan juga setelah diolah batubara akan disitribusikan lagi misalnya ke Jayapura yakni ke perusahaan yang memakai bahan bakar batubara,”ujarnya. Dengan penumpukan dan pengolahan sekaligus penyaluran dengan menggunakan angkutan laut, dipastikan dermaga pelabuhan arar akan menjadi dermaga besar dengan pendapatan yang dapat menopang perekonomian daerah setempat. “Hal ini merupakan terobosan bapak bupati yang cukup memahami bagaimana peningkatan perekonomian dan kemajuan daerah dengan pembangunan dan pemaksimalan pengolahan dermaga pelabuhan,” pungkasnya.

Sumber :